Sejatinya menghadap ke mana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut nama-Nya. Bukan hanya di Ka‘bah, tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin, di rumah-rumah yatim, bahkan di lembaga pemasyarakatan. Masjid bisa roboh, Ka‘bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya. * “Masyarakat yang gandrung formalisme, menjebak …
Bagaimana bisa kamu tak sedikit pun marah, Fatma?” tanyaku. “Tentu saja aku tersinggung, Hanum. Aku juga dulu emosi jika mendengar hal yang tak cocok di negeri ini. Apalagi masalah etnis dan agama. Tapi, seperti kamu dan dinginnya hawa di Eropa ini, suhu tubuhmu akan menyesuaikan. Satu yang harus kita ingat. Misi kita adalah menjadi agen muslim yang damai, teduh, indah, yang membawa keberk…